Tampilkan postingan dengan label Tempat Wisata SOLO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat Wisata SOLO. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 April 2012

Taman Balekambang

 
 Gerbang Taman Balekambang

Taman Balekambang? Bagi sebagian motobikers mungkin ada yang baru mendengar lokasi wisata yang satu ini. Khusus untuk motobikers yang menginginkan tempat wisata alami, sejuk dan asri tidak salah memilih Taman Balekambang. Memang tidak sedikit yang menghabiskan acara komunitas motor di kawasan Puncak, Jawa Barat. Karena itu, Taman Balekambang memang jarang disambangi kalangan motobikers. Daerah wisata ini berlokasi di kawasan Surakarta dengan luas lahan sekitar 9.8 hektar. Awal berdiri, lokasi wisata ini memang tidak terurus dan terkesan kumuh. Karena itu sejak tahun 2008, pemerintah kota setempat mengambil alih untuk mengurus Taman Balekambang.



Pemkot Surakarta ingin mengembalikan ke asrian dan keindahan Taman Balekambang. Selain itu, lokasi ini juga dijadikan sebagai kawasan seni dan budaya. Lokasi wisata ini dibangun oleh oleh Kanjeng Gusti Adipati Mangkunegoro VII pada tahun 1921 sebagai tanda kasih pada kedua orang putrinya. Karena itu, taman ini pada awalnya dibagi menjadi dua area. Area pertama diberi nama Partini Tuin yang berarti Taman Partini (putri tertua). Area kedua dinamakan Partina Bosch yang berarti Taman Air Partinah. Kedua taman inilah yang dikemudian hari dikenal sebagai Taman Balekambang oleh masyarakat Solo. Balekambang (rumah terapung) merupakan taman terbuka yang berlokasi di jalan Ahmad Yani, Solo.

Berbagai hiburan pun digelar di sana. Namun, ada satu sisi yang menarik. Di salah satu sudut taman tersebut terlihat tujuh wanita cantik dengan baju baju kebaya dan menjadi sasaran para fotografer. Ya, di sana memang ada acara hunting foto oleh para fotografer. Kegiatan se perti ini rutin dilakukan se tiap satu bulan sekali. Taman Balekambang menjadi lokasi yang dipilih karena di sana tempatnya menarik. 



Pilihan ke Taman Balekambang memang pas. Lokasinya sekarang jauh lebih indah. Taman ini dibangun pada 1921 oleh KGPAA Mangkunegara VII. Dulu dikenal dikenal de ngan Partini Tuin.

Sebuah nama yang diambil dari nama putri Mangkunegara VII, Partini. Taman Balekambang sekarang berkembang sebagai sebuah taman botani. Pepohonan tersebut merupakan sumbangan dari sejumlah pejabat negara, tokoh pu blik hingga sejumlah diplomat negara sahabat.

Tak hanya itu sebuah teater terbuka (mirip dengan teater terbuka di kompleks Candi Pramba nan ) turut menghiasi taman Balekambang. Taman rimbun ini terbuka untuk dikunjungi wisatawan maupun masyarakat dari pukul 07.00 sampai dengan 18.00.

Kita bakal dimanjakan oleh kesejukan angin, kelincahan dan kemolekan sekelompok burung merpati putih maupun angsa di kolam. Kicauan burung bagaikan nyanyian merdu di telinga pengunjung, serta tiga ekor kijang jinak juga terlihat berkeliaran bebas.

Tidak ketinggalan, tanaman- tanaman langka yang tersebar di areal taman. Terdapat pula beberapa bangunan, seperti rumah apung, amphitheater yang mampu menampung sekitar 400 penonton, gedung kesenian dan dua buah batu Meteor yang diletakkan berjauhan. 



Di sudut lain terdapat kolam ikan dan patung BRA Partinah, terlihat anggun dengan pakaian Jawa, berpose duduk membawa kipas diletakkan di tengah kolam yang menjadi sentral taman. Disediakan pula kursi-kursi taman, lengkap dengan mejanya, tersebar di setiap sudut areal taman. Jalan setapak yang cukup lebar dari bahan paving melingkari taman, sehingga pengunjung dapat dengan bebas jogging atau sekedar mengelilingi taman.

Pemkot Surakarta patut diacungi jempol atas usaha pelestarian dan revitalisasi Taman Balekambang. Saat hati gundah atau hanya sekedar menyapa keheningan, Taman Balekambang merupakan tempat yang selaras dan nyaman untuk sejenak melepaskan diri dari hiruk pikuk kehidupan sehari- hari. 







Taman Balekambang

Bonbin Jurug, Taman Indah Kota Solo

 

Taman Satwa Taru Jurug atau Kebun Binatang Jurug merupakan salah satu objek wisata di Kota Surakarta yang dibangun pada tahun 1878. Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) berlokasi di timur kota Solo, tepatnya di Jl. Ir. Sutami yang terletak di tepi Bengawan Solo. Taman Jurug menawarkan lokasi yang indah untuk beristirahat, di dalamnya terdapat berbagai spesies hewan dan tumbuhan. Dengan konsep wisata alam, jalan-jalan di dalam taman dikelilingi pohon-pohon besar dan rindang. Di dalam lokasi taman, kita akan sering menjumpai kawanan monyet dan berbagai jenis spesies burung. Pengunjung bisa bersantai di bawah pepohonan sambil menikmati keindahan Bengawan Solo dan menyaksikan satwa-satwa yang saat ini ada 60 jenis, termasuk satwa yang telah dikeringkan bernama Kyai Anggoro. 

Taman yang menempati area seluas 14 hektar ini mengalami perkembangan di tahun 1983, yaiyu dari taman bersantai menjadi wisata satwa atau kebun binatang. Di taman ini terdapat pula Monumen Gesang yang dibangun untuk menghormati jasa Bapak Gesang sang maestro keroncong dengan lagu Bengawan Solonya, serta sanggar Gesang yang saat ini digunakan untuk pertunjukan seni musik keroncong. Di area wisata ini terdapat berbagai macam fasilitas di antaranya : mushola, kereta api kelinci, persewaaan alat pancing, persewaan tikar, dll.




Wisata airpun juga dapat kita temui, Di telaga buatan yang terdapat disana para pengunjung dapat menikmati dengan menyewa perahu. Penyediaan persewaan alat pancing juga salah satu hiburan untuk para pengunjung yang menggemari olah raga mancing. Dengan harga tiket Rp. 6000 pada hari biasa dan Rp. 7000 pada hari libur para pengunjung dapat menikmati wisata di kebun binantang Jurug.

Taman Satwa Taru Jurug saat ini memiliki ratusan koleksi binatang dan tanaman. saat ini Taman Satwa Taru Jurug memberikan pemasukan bagi daerah, hingga November 2009 pendapatan mencapai Rp. 1,2 miliar. Pada tahun 2010 pendapatan Taman Satwa Taru Jurug mencapai Rp. 2.032 miliar dan terus bertambah hingga sekarang. Jumlah pengunjung rata-rata 300.000 per tahun, berasal dari Solo Raya, Salatiga, Grobogan, Kabupaten Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Blora, Pati, Rembang, Ngawi, Magetan, Pacitan, Ponorogo, Bojonegoro, Cepu, Tuban dan Kediri. Lahan merupakan milik Pemerintah Kota Surakarta di kelola Perusda Taman Satwa Taru Jurug. Sistem kerjasama BOT. Nilai Investasi yang ditawarkan Rp. 100 Miliar.



Akses untuk menuju obyek wisata Taman Satwa Taru Jurug ini relatif mudah dijangkau dari berbagai arah dengan menggunakan kendaraan umum atau pribadi. Perjalanan bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan umum angkutan kota dari Terminal Tirtonadi solo biasanya memakan waktu 30 menit. Bus jurusan Surakarta-Surabaya atau Solo-Tawangmangu juga dapat menjadi alternatif lain untuk mencapai lokasi.
Selain sebagai tempat wisata, Taman Satwa Taru Jurug juga digunakan sebagai tempat penelitian berbagai satwa liar dengan koleksi satwa sekitar 207 jenis yang berasal dari lokal maupun mancanegara. Sedangkan tumbuhan yang hidup di taman ini di antaranya flamboyan, munggur, akasia, cemara, dam masih banyak lagi.

Taman Jurug yang menjadi taman terpinggirkan di Solo sesuai lokasinya yang berada di pinggiran perbatasan kota Solo tepat di sisi aliran Bengawan Solo. Dalam sebuah lagu tembang gendhing keroncong, nama taman Jurug diabadikan. Berikut syair lagu tersebut:

Taman Jurug

Ning kutho solo
tuo lan mudo
nyang taman jurug
pinggir bengawan solo

mudo lan mudi
awan lan bengi
do suko suko
nanging ojo ngiket janji

cahyaning bulan
nrajang pucuking cemoro
angin kang teko
sasat nggowo gendhing tresno

banyu bengawan
sinorot cahyaning bulan
lir sewu dian
alerap ngugah kenangan

ngersake opo
mung sarwo ono
ning taman jurug
taman indah kuto solo

papan kreasi
mudo lan mudi
sing tuo tuo
welinge jo nganti keri
(diulang-ulang aja sampai sepuasnya :) )